Blog Sederhana Untuk Wisata Banua

Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata.Baik pariwisata alam, budaya, kuliner, kesenian, sejarah maupun kerajinan tangan.Tapi sayang, banyak calon wisatawan yang sering terkendala minimnya informasi tentang sebuah objek wisata yang ada di Banua.Bahkan di jaman teknologi informasi seperti internet di jaman sekarang ini, informasi akurat tentang objek wisata Kalsel masih sangat minim bila dibandingkan dengan yang dimiliki daerah-daerah di Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Berbekal kegemaran berpetualang yang saya miliki, beberapa objek wisata andalan maupun yang bukan andalan di Kalsel, berhasil saya kunjungi.Dalam petualangan itu, tidak hanya menyalurkan hobi yang saya miliki.Namun ada misi lain, yakni mempromosikan tempat wisata yang saya kunjungi tersebut.



Ket Foto : Selama 40 tahun, Ibu Ibay menjajakan dagangan di Pasar Terapung Kuin

Tak heran, selama berwisata saya selalu membawa kamera dan buku catatan kecil untuk mendokumentasikan hasil perjalanan wisata tersebut.Nantinya hasil perjalanan itu, saya bagikan ke semua orang di seluruh penjuru negeri bahkan luar negeri melalui blog sederhana yang saya miliki.

Berawal dari blog, banyak pengalaman berharga yang saya miliki.Seperti kedatangan seorang kenalan dari Swedia dan Polandia.Yang terpikat mengunjungi Kalsel karena mereka telah membuka segala tulisan dan foto di blog pribadi saya.Tak hanya dari luar negeri, banyak wisatawan domestik yang mantap mengunjungi Kalsel setelah membaca isi blog saya itu.Sebagian besar dari mereka saya ajak bertemu dan berwisata bersama selama di Kalsel, khususnya di sekitar Banjarmasin.

Bahkan dalam waktu dekat ini, saya bersama 24 orang teman dari komunitas bacpacker (petualang) dari Jakarta, Makasar, Surabaya, Balikpapan dan Banjarmasin akan mengadakan trip bareng ke Loksado, Martapura, Pasar Terapung Lok Baintan serta objek lainnya di Kalsel.Saya berharap melalui acara trip bareng seperti ini, semakin banyak wisatawan dari luar daerah berkunjung ke Banua tercinta.

Sebenarnya masih banyak cara lain untuk memajukan Banua khususnya dunia pariwisata yang bisa dilakukan oleh kita khususnya para blogger.Banyak produk internet yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan dunia kepariwisataan yang kita miliki.Salah satu nya adalah dengan cara mengelola sebuah blog.Karena daya jangkaunya yang tak mengenal batas dan waktu, segala informasi tentang Banua akan diketahui oleh banyak orang di seluruh dunia.



Ket Foto : Suasana senja di tepian Sungai Barito

Memberi sumbangsih bagi kemajuan Kalsel, tak hanya menjadi atlet berprestasi atau pejabat di pemerintahan.Sebagai blogger pun kita bisa menyumbang karya kecil untuk kemajuan Kalsel.Memberikan segala informasi tentang potensi yang ada di Bumi Lambung Mangkurat ini.Bahkan seorang Ibu Ibay pun sangat besar jasa nya kepada Banua, beliau dan pedagang di Pasar Terapung Kuin lainnya telah memikat banyak wisatawan untuk mengunjungi Kalsel tak terkecuali Banjarmasin.

Indonesia khususnya Kalsel, masih begitu memikat banyak orang untuk menikmati segala keindahan yang ada.Sebagai warga sekaligus blogger, kita harus bangga telah menjadi bagian dari Kalsel.Kebanggaan itu bisa diwujudkan melalui blog yang berisi tentang segala keindahan dan keunikan yang ada.Karena tak ada kata terlambat untuk memajukan daerah tercinta ini.

Banjarmasin, 24 November 2009

Sekapung : Desa Kecil di Pesisir Kalimantan

Saya benar-benar tidak menyangka bisa menjelajah di sebuah desa kecil yang lokasinya sangat jauh dari kota Banjarmasin.Desa itu bernama Sekapung, yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga saja.Hebatnya, desa yang masuk di Kecamatan Pulau Sebuku Kab.Kotabaru ini memiliki pemandangan yang sangat indah.Karena lokasi nya langsung menghadap lautan lepas.



Maka tak heran jika Sekapung memiliki sebuah pantai yang langsung menempel dengan perkampungan penduduk.Menuju pantai hanya melangkahkan kaki beberapa saat, kita sudah disuguhi sebuah pemandangan laut lepas dan hamparan pasir pantai berkarang.



Di sekitar pantai ada 1 buah dermaga panjang yang terbuat dari kayu ulin.Dermaga bantuan sebuah perusahaan tambang batubara.Tak heran di sekitar Sekapung sering berseliweran speed boat mengangkut penumpang dari Kotabaru, ibukota kabupaten.Tarif angkutan speed boat antara Kotabaru menuju Sekapung hanya sebesar Rp. 60.000, dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam.Selama perjalanan, banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati.Seperti hutan bakau, pantai, pulau kecil serta pegunungan Bamega.



Selama berada di Sekapung, saya bersama dua orang teman seperjalanan ( Gunadi & Fadil ), seringkali berkunjung dan membaur bersama warga setempat.Banyak obrolan menarik yang kami bahas selama bergaul dengan warga Sekapung.Seperti keluhan mereka yang khawatir alam Pulau Sebuku akan hancur jika pertambangan batubara tidak dihentikan.



Selain mengajak warga mengobrol, kami juga mengamati kegiatan yang ada di sana.Salah satu nya adalah salah seorang bapak paruh baya yang berprofesi sebagai pembuat tabung sumur galian.Satu buah tabung sumur dihargai Rp. 80.000.Saya pun ikut belajar singkat pembuatan tabung sumur tersebut.Ternyata susah juga.



Puas membaur dan mencoba salah satu aktivitas warga, kami bertiga lalu kembali menyusuri pantai yang ada di sekitar nya.Rasanya damai sekali jika kami tinggal di Sekapung.Jauh dari sibuk nya kehidupan perkotaan.Dan tentunya selalu disuguhi oleh alam yang masih bersahaja.



Waktu jualah yang mengharuskan kami untuk kembali ke Banjarmasin, Samarinda & Jakarta.Kami rasanya masih ingin kembali ke Sekapung.Bertemu kembali dengan penduduk dan alam nya yang bersahaja.

Banjarmasin, 12 November 2009