Dengan melewati jalur darat antara Banjarmasin - Batulicin.Kemudian dilanjutkan dengan menumpang kapal fery menuju pelabuhan Tanjung Serdang, Kotabaru.Setelah itu, mobil yang saya tumpangi kembali menyusuri jalur darat menuju Kotabaru.Disana saya, harus kembali mencari tumpangan berupa speed boat menuju Sungai Bali, ibukota kecamatan Pulau Sebuku.
Sepanjang perjalanan menuju Pulau Sebuku, saya seringkali menemui bagang-bagang milik nelayan setempat.Bagang-bagang itu dibangun diatas lautan, yang berfungsi untuk menangkap ikan.Laut lepas berwarna kebiru-biruan serta hamparan pegunungan di sekitar Kotabaru adalah pemandangan lain yang saya temui selama berada diatas speed boat yang melaju kencang.
Oh iya, dalam perjalanan menuju Pulau Sebuku ini, saya tidak sendiri.Lagi-lagi saya mengajak rekan dari luar Banjarmasin.Rekan bernama Gunadi yang berasal dari Samarinda adalah seorang sahabat yang juga tergabung di komunitas backpacker Indobackpacker dan Fadil yang berasal dari Jakarta.
Sesampainya di pelabuhan Sungai Bali, kami langsung menemui salah seorang karyawan perusahaan pertambangan batubara di Pulau Sebuku.Kami diberi fasilitas penjemputan dengan menggunakan mobil perusahaan.
Tujuan kami selanjutnya adalah desa Sekapung yang berada di sisi selatan Pulau Sebuku.Perjalanan kembali kami tempuh dengan membelah Pulau Sebuku.Tercatat ada sekitar 7 desa yang kami lewati selama perjalanan.
Akhirnya kami tiba di sebuah lokasi dimana mata saya sangat dimanjakan oleh hamparan laut biru dengan latar perbukitan hijau di sisi lainnya.Sebuah pemandangan yang sangat indah.
Tak lama kemudian, kami kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui Bapak Hafid.Beliau adalah kepala desa Sekapung, yang rumahnya akan kami tumpangi selama berada di Pulau Sebuku.
Ternyata aslinya, Bapak Hafid sangat ramah.Kami langsung dijamu beberapa penganan dan minuman segar.Padahal ini merupakan pertemuan perdana kami.Tapi rasanya seperti telah saling kenal sejak lama.Setelah asyik berbincang-bincang, saya pun mengajak teman seperjalanan untuk segera menjelajahi sudut-sudut menarik di sekitar desa Sekapung.
Pantai yang terdapat di desa Sekapung memiliki karakter yang unik.Seperti adanya bebatuan dan pasir yang berwarna agak kekuningan.Dengan latar langit berwarna biru.
Saat itu, air laut sangat surut.Sehingga kami menemui sebuah jembatan yang dibawahnya tidak ada air sama sekali.Bahkan beberapa speed boat dan kapal nelayan milik warga juga teronggok kaku diatas pasir.
Kami juga sempat berfoto dengan Kades Sekapung, Bapak Hafid.Melalui blog ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bpk Hafid dan sekeluarga atas tumpangannya.
Hamparan pasir putih kembali menggoda saya dan teman-teman untuk segera menjelajah pantai.Betapa kaya nya Indonesia, segala jenis keindahan ada di negeri khatulistiwa ini.
Banyak pengalaman berharga yang saya temui selama berlibur di Pulau Sebuku, khususnya desa Sekapung.Mulai dari keindahan alamnya, keramahan warga hingga kesederhaan yang mereka miliki.Keakraban yang kami bangun antara saya, Gunadi & Fadil juga menjadi kenangan tersendiri bagi saya secara pribadi.Rasanya, belum puas melakukan petualangan bersama mereka.
Dengan berat hati, kami pun meninggalkan negeri kecil nan indah bernama Pulau Sebuku.
Banjarmasin, 29 September 2009

