Uniknya Festival Budaya Pasar Terapung 2008

Tak ada kata yang lebih pantas untuk menggambarkan suasana perhelatan Festival Budaya Pasar Terapung (FBPT) 2008, selain kata unik.Baik peserta lomba jukung (sampan), kampung Banjar, barisan stand kuliner, anjungan kabupaten/kota se Kalsel hingga arena permainan khas Banjar.Benar-benar menakjubkan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Tak hanya warga Banjarmasin dan sekitarnya, namun banyak tamu-tamu bertampang wisatawan domestik serta bule berkulit putih tampak larut dalam keceriaan FBPT 2008.Banyak juga fotograper-fotograper yang sibuk dengan kamera mahalnya (membuat kamera digital kebanggaan saya sedikit minder).Saya juga sempat wawancara dadakan dengan perwakilan Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan dari Jakarta, katanya even tersebut sangat unik.Sehingga layak dijadikan sebagai agenda Visit Indonesia Year 2008.
Banyak juga perusahaan maupun perhotelan yang ikut perlombaan jukung hias, seperti PT.Indofood (divisi Kalsel) serta Rattan Inn Hotel.
Keceriaan saya semakin bertambah, karena teman-teman wartawan mau mengajak saya mencari foto dan data kepada narasumber.Alhasil, foto serta data yang saya dapat semakin lengkap.Teman wartawan itu terdiri dari Murhan, Edo, Amin (Banjarmasin Post), Bang Santa (reporter Trans 7) serta Ema (reporter TVRI).
Berikut gambar-gambar yang saya abadikan, yang cukup mewakili suasana FBPT 2008 :



Pintu masuk utama FBTP 2008



Salah satu peserta Jukung Hias




Jukung Hias di malam hari



Pintu masuk kawasan Kampung Banjar


Peserta lomba Sinoman Haderah



Lomba Perahu Dayung di Sungai Martapura



Peragaan busana Kain Sasirangan



Stand Kuliner khas Banjar

Sketsa dibalik keceriaan FBPT 2008 :



Saya & Ema (reporter TVRI)



Ririn (presenter) & kameramen Jejak Petualang Trans 7



Bang Santa (reporter Trans 7)



Sang Fotograper



Cewek manis yang peduli budaya lokal

Sampai ketemu di FBPT 2009...!

My blog on ENGLISH, click here.


By Nasrudin Ansori.

Ternyata Ada Kebun Binatang…!



Kiri-kanan : Amin, Najar & Zahid

Banyak orang di Kalsel yang tidak mengetahui bahwa ibukota provinsi nya (baca: Banjarmasin) mempunyai sebuah kebun binatang.Bahkan warga Banjarmasin sendiri tidak banyak yang mengenal keberadaanya, apalagi mengunjunginya.Nah, saya berinisiatif untuk membuktikan kebun binatang tersebut.Saya ajak keponakan saya yang masih kecil-kecil.
Lokasinya memang agak tersembunyi, hanya dilalui sebuah jalan berukuran sedang.Terletak di Jalan Jafri Saleh (dekat SMA 5) Sultan Adam.Berada di dalam komplek taman agrowisata Banjar Bungas.
Dengan hanya bermodalkan uang Rp 5 ribu serta tarif parkir Rp 1000, saya bersama keluarga kecil itu (Najar, Zahid serta Amin) cukup merasa bahagia menikmati atraksi serta pemandangan yang ada disana.Koleksi binatangnya cukup lengkap.Ada orang utan (binatang yang nggak mungkin nggak ada di Kalimantan), unta, buaya, beruang madu (khas Balikpapan), burung enggang (burung khas Kalimantan) dan masih banyak lagi binatang lainnya.



Amin berpose di dekat buaya

Selain binatang, disana juga terdapat berbagai jenis tanaman khas Kalimantan (saya nggak tahu namanya).Disana juga ada pembudidayaan anggrek.Kalau anda kelaparan, anda jangan takut.Karena disana terdapat beberapa buah kafetaria.
Ayo ajak keluarga anda berkunjung kesana.Nggak perlu jauh-jauh ke Taman Safari Bogor atau Ragunan di Jakarta sono.
By Nasrudin Ansori.

Berwisata Relijius di Kota Seribu Sungai

Kota Banjarmasin yang terkenal relijius Islami, sejak ratusan tahun lalu telah memiliki banyak peninggalan sejarah bernuansa Islami.Karena memang sejak adanya Kerajaan Banjar 4,8 abad silam, penduduk Banjar telah menerima kehadiran agama Islam.Hal itu terjadi ketika Pengeran Samudra meminta bala bantuan pada Kerajaan Demak untuk melawan Kerajaan Negara Daha dalam sebuah peperangan.Kerajaan Demak bersedia membantu jika Pangeran Samudra berserta rakyatnya mau menerima agama Islam.
Pada bulan September 1826 M, Pangeran Samudra akhirnya bersedia menerima tawaran tersebut.Sehingga banyak urang banua mengikuti jejak sultan.
Sejak saat itu Pangeran Samudra mengganti namanya menjadi Pangeran Sultan Suriansyah.Bukti peninggalan kejayaan Islam pada kesultanan Banjar tersebut masih bisa kita saksikan hingga saat ini.Sebut saja Masjid Sultan Suriansyah.Masjid itu dibangun sekitar tahun 1826 hingga 1850 M.
Hingga saat ini kondisinya masih kokoh.Arsitektur nya pun masih sangat kental dengan budaya Banjar.Sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu ulin, kayu khas Kalimantan.Masjid Sultan Suriansyah terletak di pinggir Sungai Kuin, Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin.
Selain bangunan utama masjid, disana juga terdapat sebuah dermaga kecil.Sehingga memudahkan siapapun yang sedang menikmati wisata sungai dengan klotok, bisa singgah sejenak di salah satu masjid tertua di Kalimantan itu.



Masjid Sultan Suriansyah

Selain itu, Banjarmasin juga memiliki satu lagi masjid bersejarah.Namanya Masjid Jami Sungai Jingah.Terletak di Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin.Bangunan utama masjid lebih besar bila dibandingkan dengan Masjid Sultan Suriansyah.Bangunannya pun tetap bernuansa arsitektur khas Banjar, karena bangunannya menggunakan bahan kayu ulin.Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah melakukan sholat jum'at berjamaah disana.Presiden pun sempat berucap takjub pada desain bangunan Masjid Jami Sungai Jingah.

Tidak hanya itu, Banjarmasin juga memiliki sebuah masjid besar dengan arsitektur campuran gaya modern dan kearifan lokal.Masjid itu bernama Masjid Raya Sabilal Muhtadin.Letaknya sangat strategis yakni di Jalan Jendral Sudirman.Bangunan masjid secara keseluruhan dilapisi marmer.Dengan dihiasi sebuah kubah raksasa diatasnya.
Setiap akhir pekan, Masjid Raya Sabilal Muhtadin selalu mengadakan pengajian rutin bersama ulama kenamaan Kalsel.Sehingga bagi siapa saja yang sedang berkunjung ke Banjarmasin, dapat mengikuti pengajian tersebut.



Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Masih banyak lagi tempat menarik yang dapat dijadikan sebagai ajang wisata bernuansa relijius.Seperti Makam Pangeran Antasari di Kelurahan Sungai Jingah (tidak jauh dari Masjid Jami Sungai Jingah), makam Pangeran Sultan Suriansyah di Kuin Utara, makam ulama Surgi Mufti di Sungai Jingah serta masih banyak lagi lokasi wisata yang dapat dijadikan sebagai ajang wisata relijius.
Selamat menikmati petualangan relijius di Kota Banjarmasin.
By Nasrudin Ansori

Banjarmasin one day adventure...



Dua wisatawan di Pasar Terapung Muara Kuin

Menjelajahi sudut-sudut menarik di Banjarmasin tidaklah membutuhkan waktu yang lama.Cukup 1 hari saja, Anda akan mengalami pengalaman seru selama berada di Kota Seribu Sungai ini.
Jika informasi dibawah ini bersifat atau terkesan seperti iklan, namun bukan itu maksud saya.Disini hanyalah sekedar upaya saya untuk menggairahkan pariwisata Kalimantan khususnya Banjarmasin.
Berikut daftar tempat menarik yang sebaiknya Anda kunjungi jika sedang berada di Banjarmasin :

- Wisata Budaya
1. Pasar Terapung, terletak di Sungai Barito (Muara Kuin).Salah satu dari tiga pasar terapung di dunia setelah Lok Baintan (Martapura) dan Thailand.
2. Taman Budaya, sebuah lokasi dimana kebudayaan serta kesenian Banjar disuguhkan melalui beberapa pementasan berkala.Terletak di Kayutangi (seberang kampus Unlam).

- Wisata Kuliner
1. Soto Banjar.Masakan khas Banjar yang terdiri dari ketupat dan kuah bercampur bumbu khas lainnya.Mudah ditemui di tiap sudut kota.Seperti Soto Bawah Jembatan atau Bang Amat, alamat Benua Anyar (sekitar Jembatan Benua Anyar).
2. Lontong Orari.Terletak di Kampung Melayu Darat.Kuliner dengan tambahan ketupat disajikan dengan kuah santan kental serta lauk khas Banjar seperti ikan haruan (gabus).
3. Nasi kuning.Mudah ditemui saat pagi ataupun malam hari.Seperti Nasi Kuning Andalas di Jalan Perintis Kemerdekaan (buka pagi hari) atau warung-warung tenda di sekitar Pasar Lama (buka di malam hari).
4. Aneka penganan khas Kalsel seperti amplang Kotabaru serta dodol Kandangan.Banyak ditemui di Jalan Perintis Kemerdekaan (sekitar lampu merah Jorong cafe).
5. Kawasan Kayutangi.Banyak terdapat penjual makanan, mulai dari Pisang Goreng Pontianak, Nasi Uduk Jakarta, Pempek Palembang, Mie Jogja, aneka burger bahkan masakan khas Timur Tengah juga ada.

- Wisata Sejarah dan Relijius
1. Makam Sultan Suriansyah.Lokasi wisata yang menggabungkan wisata sejarah sekaligus relijius Islami.Terletak di Kuin Utara Banjarmasin Barat.
2. Masjid Jami Sungai Jingah.Salah satu masjid bersejarah dengan arsitektur sangat menawan khas Banjar.Lokasi di Jalan Mesjid Jami Kelurahan Sungai Jingah.
3. Masjid Sultan Suriansyah.Merupakan masjid tertua di Kalsel dengan bangunan yang terbuat dari kayu ulin.Peninggalan Kerajaan Banjar (sekitar 4,8 abad yang lalu).Lokasinya di Kuin Utara.

- Wisata Belanja
1. Pusat Toko Souvenir khas Kalimantan (permata, tameng Dayak, tikar purun, kain Sasirangan dll).Alamat di Jalan Pangeran Antasari (seberang Mitra Plasa).
2. Duta Mall (pusat belanja terlengkap dan termodern).Alamat Jalan A Yani Km 2 (dekat RS.Ulin).
3. Mitra Plasa (terdapat departement store terkenal).Alamat Jalan Pangeran Antasari (samping SwissBelhotel Borneo).
4. d'post junction (pusat jajanan modern seperti restoran fast food, bakery and pastry dll).Alamat Jalan Lambung Mangkurat (samping Kantor Pos Besar).
5. Metro Hi Tech Mall (pusat elektronik & food court).Alamat Jalan Ujung Murung.
6.Pasar Tungging, sebuah pasar malam yang menjual barang murah meriah.Alamat di Jalan Belitung.

- Sudut menarik lainnya
1. Siring Sudirman di Jalan Jend Sudirman.Sebuah taman tepian Sungai Martapura.
2. Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Jalan Jend Sudirman.
3. Pantai Jodoh (sekitar kantor gubernur).
4. Pusat jajanan Tarakan (terletak di belakang kantor gubernur).

Dan masih banyak lagi tempat serta makanan khas Banjar lainnya yang juga layak dijadikan sebagai ajang wisata anda.Selamat menjelajah.
By Nasrudin Ansori