Cap Go Meh, Wujud Harmonisasi Budaya di Singkawang

Jika mendengar nama Singkawang, saya selalu teringat dengan acara perayaan tahun baru Cina disana. Nama nya Cap Go Meh, perayaan yang katanya sangat sakral dan dirayakan secara besar-besaran. Untuk itu, saya berangkat ke Singkawang pada Februari 2016 barusan. Parade tatung pada acara Cap Go Meh 2567 akan digelar pada hari Senin, tanggal 22 Februari 2016. Selama di Singkawang, saya menginap di salah satu hotel di dekat pusat kota. Jalan kaki menuju lokasi acara hanya sekitar 20 menit saja.

Tatung di acara Cap Go Meh, Singkawang

Kalsel : Semakin di Jelajahi, Semakin Indah


Judul diatas, mungkin sangat tepat menggambarkan kondisi bentang alam Kalimantan Selatan. Semakin saya jelajahi, semakin menyadar kan saya bahwa alam dan budaya Kalsel itu sangat potensial. Mulai dari bawah laut hingga gunung nya. 

Sejak 2008 lalu, saya mulai tergerak untuk mengenal Kalsel lebih dalam. Cara nya, dengan menjelajahi nya secara bertahap. Mulai dari Lembah Kahung di Kabupaten Banjar, Pulau Sembilan di Kotabaru, karst di Cantung, Kotabaru, Gunung Raya di Tanah Bumbu, habitat orangutan di Haur Gading, Amuntai dan lain sebagai nya.

Pantai Biru, Pulau Sembilan

Pameran Foto Pariwisata & Talkshow Travel Fotograpi - Banjarmasin Traveler

Komunitas jalan-jalan pertama di Kalimantan, yakni Banjarmasin Traveler ( BT ) merayakan ultah nya yang ke 5 pada tanggal 12-13 Desember 2015 lalu. Untuk merayakan nya, maka saya dan kawan-kawan di BT memilih konsep perayaan yang melibatkan warga umum agar bisa menikmati nya juga. Maka dipilih lah konsep Pameran Foto Pariwisata & Talkshow Travel Fotograpi. Tujuan nya adalah untuk memamerkan potensi pariwisata se Kalimantan Selatan melalui foto serta talkshow bersama traveler sekaligus fotograper Ebbie Vebri Adrian dari Jakarta.


Haur Gading, Habitat nya Orangutan di Kalsel ( Kritik Terhadap Pemerintah )

Pada ulasan sebelum nya, saya banyak membahas soal interaksi bersama warga lokal, kegiatan susur sungai , bermalam di pondok sederhana di dalam hutan hingga makan ala kadar nya dengan sayur kelakai di Haur Gading, Amuntai. Ulasan nya bisa di lihat disini. Nah, kali ini saya mau cerita singkat tentang trekking pencarian orangutan liar yang ada di sekitar Haur Gading,yang jarak nya sekitar 7 jam dari Banjarmasin ini.

Dalam tulisan kali ini, saya akan mengkritik pemerintah baik itu Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan, dinas perkebunan, kementrian kehutanan dalam hal ini BKSDA , akademisi dan universitas di Kalsel, aktivis lingkungan dll nya. Harta karun bernama Haur Gading kenapa tidak dilindungi sejak dulu? Kenapa pembalakan dibiarkan? Kenapa ijin perkebunan sawit pernah mau mampir ke hutan di sekitar Amuntai? Tidak berharga kah orangutan? Tidak pentingkah hutan di Haur Gading?

Sungai Tabukan menuju lokasi trekking
Setelah sarapan pagi dengan menu telur dadar dan teh panas bikinan Bapak Ahu ( guide lokal disana ), saya lalu diajak trekking ke hutan. Untuk menuju lokasi trekking , saya harus naik klotok dulu menuju bagian hulu Sungai Tabukan. Setelah sekitar 30 menit menyusuri Sungai Tabukan yang ukuran lebar nya hanya sekitar 2 meter itu, Pak Ahu lalu menyetop klotok nya. Tak ada dermaga disana, melainkan hanya sebuah batang kayu yang sudah tumbang. Klotok kami disandarkan disitu. 

Mimpi Bisa Road Trip ke Taman Nasional Kutai

Saya itu selain sangat candu sama laut, kepulauan dan pantai, saya juga candu sekali sama perjalanan darat atau istilah di dunia traveling nya road trip. Ya, perjalanan yang dilakukan melalui akses daratan dengan menggunakan sepeda motor, mobil, kereta api dan bis. Road trip biasa nya dilakukan oleh pejalan ke destinasi yang cukup jauh, entah itu di dalam provinsi, antar provinsi bahkan lintas negara seperti di Eropa. 

Nah, saya dapat kabar bahwa Daihatsu Indonesia dan Viva.Co.Id akan mengadakan road trip lintas Pulau Kalimantan yang dinamakan Borneo Wild Adventure bersama mobil terbaru nya New Daihatsu Terios. Siapa yang nggak mau jalan jalan gratis barengan mobil baru keluaran pabrikan terkenal macam Daihatsu ini? Apalagi mobil yang digunakan adalah jenis mini SUV yang desain nya gagah tapi stylish itu. Dengan kekuatan 1500 CC, model SUV, ukuran ban 215/65 R16 dan desain allow wheel design yang modern membuat Daihatsu Terios ini terasa stabil dan tangguh di jalanan. Dan tentu New Daihatsu Terios 2015 ini sangat cocok untuk bepergian jarak jauh lintas kota. 


Mencumbu Laut di Pulau Sembilan, Kotabaru Kalsel

Saya mencintai kegiatan jalan-jalan sejak lama, terlebih pada wisata bahari atau kelautan. Saya suka sekali berkunjung ke pantai, pulau dan desa nelayan. Kunjungan saya ke beberapa daerah di Indonesia di dominasi oleh jalan-jalan ke kepulauan seperti Alor di Nusa Tenggara Timur, Derawan di Kalimantan Timur, Raja Ampat di Papua Barat, Bulukumba di Sulawesi Selatan, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Sumba di Nusa Tenggara Timur dan lain sebagai nya. Kecintaan saya pada destinasi bahari membuat saya selalu bermimpi untuk terus berkunjung ke destinasi bahari lain nya di Indonesia seperti Togean, Anambas, Morotai, Maluku dan lain lain.

Kapal nelayan di Marabatuan, Pulau Sembilan
Nah di Kalimantan Selatan, terdapat kepulauan yang kata nya tak kalah indah dari destinasi bahari lain nya di Indonesia. Nama nya Pulau Sembilan. Saya mengenal Pulau Sembilan sejak lama, namun baru kesampaian pergi ke kepulauan ini di bulan Agustus 2015. Banyak yang tidak tahu bahwa Kalsel mempunyai kepulauan yang indah dengan segala potensi bahari nya di Pulau Sembilan ini. 

Haur Gading, Habitat nya Orang Utan di Kalsel ( Part 1 )

Jika menyebut orang utan, banyak traveler atau pun warga umum langsung tertuju pada Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Salah satu taman biosfer terbesar sekaligus terpenting di dunia untuk proteksi hutan hujan Kalimantan hingga endemik kebanggaan bernama orang utan. Dan ternyata di Kalimantan Selatan juga terdapat populasi alami orang utan, meski jumlah nya tidak sebanyak di Kalteng atau pun Kaltim. Rasa nya saya nggak percaya bahwa Kalsel juga punya populasi orang utan liar ? Dimana?

Saya mendengar kabar dari harian lokal di Banjarmasin, ada sebuah artikel ilmiah yang menyatakan bahwa orang utan sebenarnya sudah lama ada di wilayah Kalsel. Dulu sekali, banyak rumor yang mengatakan bahwa tidak ada habitat orang utan di seluruh Kalsel. Entah karena cakupan hutan Kalsel yang tidak seluas provinsi lain di Pulau Kalimantan atau karena memang hutan di Kalsel tidak cocok untuk orang utan. 

Haur Gading disebut-sebut di pemberitaan tersebut. Sebuah kecamatan di sekitar Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Perjalanan darat dari Banjarmasin ke Amuntai sekitar 5 jam, dengan membelah jalur trans Kalimantan yang menghubungkan hingga ke Kalimantan Timur.

Jembatan membentang di danau rawa, menghubungkan antar desa di Haur Gading

Festival Isen Mulang, Pesta Rakyat nya Kalimantan Tengah

Jika Jember terkenal dengan Jember Fashion Carnaval, Singkawang dengan Cap Go Meh, Banjarmasin dengan Festival Budaya Pasar Terapung, Jogja dengan Sekaten, Solo dengan Solo Batik Carnival nya, maka Palangkaraya punya gelaran budaya yang tak kalah menarik. Nama nya Festival Budaya Isen Mulang. Sebuah perayaan besar seluruh etnis Dayak di Kalimantan Tengah yang dikemas dalam sebuah festival budaya. Ini semacam pesta rakyat nya warga Bumi Tambun Bungai, yang diselenggarakan setahun sekali setiap bulan Mei.


Caving Trip to Goa Kelelawar, Barabai

Sudah lama banget rasanya saya tidak menulis tentang Kalimantan di blog ini. Terakhir menulis tentang Pulau Maratua di Kalimantan Timur. Klik tulisan nya disini . Kali ini saya mau mengulas tentang sebuah goa alami di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Tepat nya di desa Salak, Birayang, sekitar 40 menit lagi dari Barabai nya. Warga sekitar nya menyebut nya Goa Kelelawar.


Saya berangkat barengan teman-teman dari komunitas Banjarmasin Traveler. Nah, kami berangkat ke Goa Kelelawar ini bareng 6 orang dari Banjarmasin. Kami menggunakan 1 buah mobil, berangkat jam 4 shubuh dan tiba di Barabai sekitar jam 8 pagi nya. Karena sudah akrab, maka selama perjalanan selalu ada saja yang jadi bahan candaan dan diskusi.

Maratua, Salah Satu Pulau Terbaik nya Indonesia

Dear travelers, jika ada yang tanya pulau atau pantai mana yang menjadi salah satu favorit saya, maka saya mantab akan menjawab Maratua di Kepulauan Derawan, Berau Kalimantan Timur. Kenapa kok bisa Maratua? Banyak alasan nya kenapa Maratua ini begitu menarik menurut penilaian pribadi saya. FYI, saya adalah penggemar berat jalan-jalan ke kepulauan yang ada pantai pasir putih, laut biru bening, sepi alias tidak begitu turistik dan ada spot snorkeling nya. Nah, Marataua mencakup semua syarat itu. 

Lautan biru di sekitar Pantai Maratua

Sebenarnya tidak hanya Maratua yang menjadi pulau pantai favorit saya, karena beberapa destinasi di Indonesia lain nya juga saya favoritkan. Sebut saja Pantai Watutena di Adonara NTT, Pulau Hoga di Wakatobi Sultra, Pantai Mawun di Lombok, Pantai Bean di Lembata NTT, Pulau Kenawa di NTB, Pantai Batu Putih di Alor NTT dan lain sebagai nya. 

Sebagai penyuka traveling yang berbau lautan, tak heran jika selama ini saya lebih sering berkunjung ke Indonesia bagian timur. Karena disana banyak sekali pulau pantai yang luar biasa indah nya, seperti Sumba Timur, Raja Ampat, Bulukumba, Flores dll. Semakin ke timur, saya merasakan semakin indah destinasi kelautan yang Indonesia miliki. Dan saya membuktikan nya sendiri ketika saya 2 bulan jalan - jalan non stop ke Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Adonara, Lembata, Alor dll. Indonesia khusus nya Nusa Tenggara Timur, luar biasa indah nya. Saya disana, selalu mencari pantai-pantai berpasir putih yang tidak dikenal banyak traveler, sebut saja Pantai Bean, Pantai Watuhari, Pantai Watutena, Pantai Batu Putih, Lamakera dan pantai-pantai di Sumba Timur. Semuanya indah dan nyaris tidak ada wisatawan lain selain saya.